Jurnal Budaya Etnika
Vol. 10 No. 1 (2026): NEGOSIASI BUDAYA DALAM KONTESTASI ZAMAN MODERN

NEGOSIASI IDENTITAS BUDAYA: RITUAL SEDEKAH BUMI MASYARAKAT PERKOTAAN DI SURABAYA

riska dwi marinda yami (universias islam negeri sunan ampel surabaya)
Mesu Reh Kasudarman (Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya)



Article Info

Publish Date
25 Jun 2026

Abstract

Abstrak: Masyarakat Jawa erat kaitannya dengan tradisi yang menjadi ciri khas daerah. Salah satunya adalah ritual Sedekah Bumi di Pradah Kalikendal, Surabaya Barat, yang menjadi manifestasi rasa syukur. Warga Pradah Kalikendal tetap menjaga tradisi ini meskipun mayoritas bukan petani dan tergolong masyarakat urban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejarah, makna, prosesi, serta dinamika ritual Sedekah Bumi dalam mempertahankan eksistensinya di era modern. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk menggambarkan fakta di lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi literatur, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sedekah Bumi telah dilaksanakan secara turun-temurun. Masyarakat menganggap ritual ini wajib dilestarikan karena menanamkan nilai luhur seperti gotong royong dan silaturahmi. Melalui dinamika perubahan sosial, masyarakat urban Pradah Kalikendal berhasil menegosiasikan identitas budaya mereka dengan memanfaatkan tradisi ini sebagai sarana mengenalkan nilai spiritual kepada generasi penerus agar tidak punah ditelan zaman. Kata kunci: Tradisi Lokal, Sedekah Bumi, Masyarakat Perkotaan. Abstract: Javanese society is closely linked to traditions that define regional identity. One such tradition is the Sedekah Bumi (earth offering) ritual in Pradah Kalikendal, West Surabaya, which manifests gratitude. The residents of Pradah Kalikendal maintain this tradition despite being mostly non-farmers and classified as an urban society. This research aims to analyze the history, meaning, procession, and dynamics of the Sedekah Bumi ritual to sustain its existence in the modern era. A qualitative descriptive method was used to describe empirical facts. Data were collected through observation, interviews, and literature review, then analyzed through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results show that Sedekah Bumi has been passed down for generations. The community considers this ritual mandatory to preserve because it instills noble values such as mutual cooperation and social bonding. Amidst social changes, the urban society of Pradah Kalikendal successfully negotiates their cultural identity by using this tradition to introduce spiritual values to the next generation, ensuring it is not lost to time. Keywords: Local Traditions, Sedekah Bumi, Urban Society.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

etnika

Publisher

Subject

Religion Arts Humanities Social Sciences Other

Description

Jurnal Budaya Etnika merupakan publikasi hasil karya ilmiah yang berkaitan dengan budaya mencakup cipta, karsa, dan karya manusia. Jurnal Budaya Etnika menaruh perhatian pada artikel-artikel hasil kajian mengenai berbagai kebudayaan etnis yang berhubungan dengan seni, religi dan ritual, mitos, ...