This Author published in this journals
All Journal Jurnal Budaya Etnika
riska dwi marinda yami
universias islam negeri sunan ampel surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

NEGOSIASI IDENTITAS BUDAYA: RITUAL SEDEKAH BUMI MASYARAKAT PERKOTAAN DI SURABAYA riska dwi marinda yami; Mesu Reh Kasudarman
Jurnal Budaya Etnika Vol. 10 No. 1 (2026): NEGOSIASI BUDAYA DALAM KONTESTASI ZAMAN MODERN
Publisher : Institute of Indonesia Arts and Culture (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/jbe.v10i1.3660

Abstract

Abstrak: Masyarakat Jawa erat kaitannya dengan tradisi yang menjadi ciri khas daerah. Salah satunya adalah ritual Sedekah Bumi di Pradah Kalikendal, Surabaya Barat, yang menjadi manifestasi rasa syukur. Warga Pradah Kalikendal tetap menjaga tradisi ini meskipun mayoritas bukan petani dan tergolong masyarakat urban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejarah, makna, prosesi, serta dinamika ritual Sedekah Bumi dalam mempertahankan eksistensinya di era modern. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk menggambarkan fakta di lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi literatur, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sedekah Bumi telah dilaksanakan secara turun-temurun. Masyarakat menganggap ritual ini wajib dilestarikan karena menanamkan nilai luhur seperti gotong royong dan silaturahmi. Melalui dinamika perubahan sosial, masyarakat urban Pradah Kalikendal berhasil menegosiasikan identitas budaya mereka dengan memanfaatkan tradisi ini sebagai sarana mengenalkan nilai spiritual kepada generasi penerus agar tidak punah ditelan zaman. Kata kunci: Tradisi Lokal, Sedekah Bumi, Masyarakat Perkotaan. Abstract: Javanese society is closely linked to traditions that define regional identity. One such tradition is the Sedekah Bumi (earth offering) ritual in Pradah Kalikendal, West Surabaya, which manifests gratitude. The residents of Pradah Kalikendal maintain this tradition despite being mostly non-farmers and classified as an urban society. This research aims to analyze the history, meaning, procession, and dynamics of the Sedekah Bumi ritual to sustain its existence in the modern era. A qualitative descriptive method was used to describe empirical facts. Data were collected through observation, interviews, and literature review, then analyzed through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results show that Sedekah Bumi has been passed down for generations. The community considers this ritual mandatory to preserve because it instills noble values such as mutual cooperation and social bonding. Amidst social changes, the urban society of Pradah Kalikendal successfully negotiates their cultural identity by using this tradition to introduce spiritual values to the next generation, ensuring it is not lost to time. Keywords: Local Traditions, Sedekah Bumi, Urban Society.