Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis sistem pertanian subak di daerah transmigrasi dengan latar sosial budaya yang heterogen. Kerangka analisis menggunakan teori rasionalitas aktor dari Samuel L. Popkin untuk memahami pilihan-pilihan adaptif petani dalam mempertahankan keberlanjutan sistem subak. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan tipe eksplanatif, dengan penentuan informan secara purposive berdasarkan tingkat keterlibatan dan pengetahuan terhadap praktik subak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi terjadi pada tiga subsistem, yaitu budaya, sosial, dan artefak. Pada subsistem budaya, adaptasi tercermin dalam penyederhanaan ritual tanpa menghilangkan makna esensial. Pada subsistem sosial, penyesuaian meliputi distribusi air, struktur organisasi, iuran, dan sanksi yang diselaraskan dengan kondisi multikultural. Pada subsistem artefak, bangunan suci tetap dipertahankan dengan penyesuaian bentuk dan jumlah. Temuan ini menegaskan bahwa subak memiliki fleksibilitas dan kapasitas adaptif dalam mendukung keberlanjutan sistem pertanian. Kata kunci: Adaptasi, Subak, Transmigrasi, Budaya, Irigasi Abstract: This study aims to analyze the subak agricultural system in a transmigration area with a heterogeneous socio-cultural background. The analytical framework uses Samuel L. Popkinās actor rationality theory to understand farmers' adaptive choices in maintaining the sustainability of the subak system. This study uses an explanatory qualitative approach, with informants being selected purposively based on their level of involvement and knowledge of subak practices. The results show that adaptation occurs in three subsystems: cultural, social, and artifacts. In the cultural subsystem, adaptation is reflected in the simplification of rituals without losing their essential meaning. In the social subsystem, adjustments include water distribution, organizational structure, fees, and sanctions that align with diverse cultural conditions. In the artifact subsystem, sacred buildings are maintained with adjustments in their form and number. These findings confirm that subak has the flexibility and adaptive capacity to support the sustainability of the agricultural system. Keyword: adaptation, Subak, transmigration, culture, irrigation
Copyrights © 2026