Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi sosial moderasi beragama berbasis budaya lokalitas di Kampung Moderasi Beragama Dusun Macera, Desa Mammi, Kabupaten Polewali Mandar, yang membuka diskursus baru dalam memahami paradigma moderasi beragama yang telah membudaya di kalangan masyarakat Desa Mammi di tengah pluralitas agama dan suku. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis data lapangan (field research), penelitian ini mengadopsi teori konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann yang terdiri dari tiga proses: eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa moderasi beragama di Dusun Macera bukan hanya didasarkan pada ajaran agama universal, tetapi juga diperkaya oleh nilai-nilai kearifan lokal seperti toleransi, gotong royong, dan nilai kekeluargaan. Tradisi lokal, seperti gotong royong dan tradisi Pillangerang, serta peran tokoh agama dan kepala keluarga, menjadi elemen penting dalam membangun harmoni sosial. Proses internalisasi nilai-nilai moderasi dilakukan melalui interaksi sosial dan pewarisan nilai-nilai budaya lintas generasi, menciptakan masyarakat yang memiliki komitmen kuat terhadap toleransi, solidaritas, dan penghormatan terhadap keberagaman. Penelitian ini mempertegas pentingnya integrasi budaya lokal dan nilai-nilai agama dalam membangun kerukunan dan stabilitas sosial di masyarakat plural.
Copyrights © 2026