Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Studi Kritis atas Hadis “Sab’ah Ahruf” Rahmat Nurdin; Muhammad Nur Murdan
PAPPASANG Vol. 3 No. 1 (2021): Jurnal Pappasang
Publisher : STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.103 KB) | DOI: 10.46870/jiat.v3i1.76

Abstract

The Hadis talking about “unzila al-Qur’an ‘ala sab’ah ahruf” has been interpreted by some Islamic scholars. Every scholar has different opinion. According to this,  it is important to re-read for making clear what “sab’ah ahruf” meaning is. This paper would like to analyze this hadis on steps; external criticism, internal criticism and syarh al-hadis (understanding). In the conclusion, based on the al-Razi’s view, this mini-research shows that “sab’ah ahruf” is about the sevent differences in Quranic reading. Then, flexibility in reading the Quran to make it easier to be read indicates that Quran is possible to be interpreted in different approaches to make it easier to be understood.
MOSQUE-BASED FAMILY TRAINING IN STRENGTHENING THE VALUES OF RELIGIOUS MODERATION IN WEST SULAWESI Muhammad Nur Murdan; Syarifuddin Amir; Rahmat Nurdin
Al-Qalam Vol 28, No 1 (2022)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/alq.v28i1.1078

Abstract

Dalam konsep bermasyarakat dan bernegara, keluarga yang merupakan bagian terkecil darinya, memegang peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Oleh karena itu, perhatian akan pembinaan keluarga tidak boleh dipandang sebelah mata, terlebih dalam menghadapi tantangan era disturpsi seperti saat ini, dimana arus informasi, perubahan pola komunikasi dan perkembangan teknologi semakin tak terbendung yang memunculkan berbagai macam permasalahan baru di masyarakat. Diantara permasalahan tersebut adalah perkembangan pemahaman dua kubu ekstremis di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang plural, baik ekstrem kanan yang mewakili pemahaman tekstualis atau kiri yang liberal. Penelitian ini mencoba mendeskripsikan, bagaimana masjid memainkan perannya sebagai spirit dan sentra kegiatan ummat Islam, dengan sikap wasath, tawazun dan moderat yang menjadi nilai dalam ajaran dan tuntunan Islam, untuk membina keluarga sebagai bagian dari masyarakat, meneguhkan sikap moderat dalam beragama, serta menjaga keutuhan bernegara dari berbagai ideologi yang mengancam disintegrasi bangsa. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data utama dalam penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara, observasi partisipatif dari peneliti dan pencatatan dokumen pada dua masjid yang menjadi objek penelitian. Selanjutnya data tersebut dianalisa dengan pendekatan fenomenologi dan kajian keislaman yang relevan.
Penggunaan Qirâ`at dalam Tafsir Ma’âni Al-Qur`ân Karya Al-Farra` (761-822) Rahmat Nurdin
Syariati: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hukum Vol 3 No 02 (2017): SYARIATI : Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hukum
Publisher : Fakultas Syari'ah dan Hukum (FSH) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/syariati.v3i02.1149

Abstract

Al-Qur`an and qirâ`at are two different things, but both are complementary, where the terms of the al-Qur`an can’t be separated from qirâ`at aspect for understanding al-Qur`an itself as a language is being read or reading. In some book of commentary that there can be seen a variety of qirâ`at the interpreter quotes from priests qirâ`at. The book Ma'âni al-Qur`ân by al-Farra` (761-822) is one book of commentary patterned linguistic use some variety qirâ`at in explaining the meaning of the verse of al-Quran. As the name implies, this book is more dominant explain the meaning contained in Al'Qur`an especially the explanation of i'rab al-Qur`an.
MEMBACA MA’RIFATU MUKHTALIF AL-HADIS DALAM KITAB AL-TAQYID WA AL-IDHAH SYARH MUQADDIMAH IBN SHALAH KARYA AL-IRAQI Rahmat Nurdin
Al FAWATIH:Jurnal Kajian Al Quran dan Hadis Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/alfawatih.v4i1.6760

Abstract

Tulisan ini mencoba menelusuri kitab al-Taqyid wa al-Idhah Syarh Muqaddimah Ibn Shalah karya al-Iraqi yang didalamnya terdapat 50 macam cara pentarjihan dalam menyelesaikan Muktalif al-Hadis. Dengan mennggunakan kajian pustaka Library Research penulis membaca lebih jauh bagaimana al-Iraqaqi dalam menyelesaikan hadis-hadis yang mukhtalif/bertentangan. HasilnyaAl-Iraqi dalam al-Taqyid wa al-Idhah Syarh Muqaddimah Ibn Shalah memaparkan sekian banyak cara pentarjihan, akan tetapi tidak menjelaskan secara konfrehensif berbagai cara tersebut. Namun setidaknya dengan mengelaborasi beberapa pendapat dari ulama sedikit dapat memahami mukhtalif al-hadis melalui cara pentarjihan yang disodorkan oleh al-Iraqi. Mengkompromikan suatu hadis yang terlihat bertentangan merupakan metode yang lebih baik. Karena dengan itu kita bisa memahami suatu hadis secara lebih dinamis, kontekstual tanpa terjebak dalam pemahaman secara tekstual seperti yang banyak terjadi dalam kehidupan masyarakat. Kata Kunci: Kitab, al-Iraqi, Mukhtalif al-Hadis
Polemik Nasikh-Mansukh John Burton dalam “The Collection of The Quran” Rahmat Nurdin; Abdillah Abdillah
PAPPASANG Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pappasang
Publisher : STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jiat.v5i1.534

Abstract

Abstrak Artikel ini mencoba menelusuri pemikiran John Barton tentang persoalan nasikh mansukh dalam karyanya yang berjudul “The Collection Of The Quran”. Dalam argumennya dikatakan, bahwa pada awalnya, kajian tentang nasikh mansukh disusun dengan tujuan untuk memvalidasi dan menjelaskan beberapa konflik atau perbedaan yang terjadi di antara para ulama fiqh. Dengan menggunakan jenis penelitian library research dengan model kajian pemikiran tokoh, penulis menelusuri lebih jauh untuk mendapatkan gambaran yang signifikan dari pemikiran Joh Barton terkait dengan persoalan nasikh mansukh. Adapun hasil penelusuran penulis menyimpulkan, bahwa polemik tentang ada atau tidaknya nasikh masukh dalam al-Qur’an, di kalangan ulama pun terjadi perbedaan pendapat, terlebih lagi atas klaim John Barton dalam karyanya yang menganggap adanya ilmu nasihk mansukh tidak terlepas dari upaya para ulama ushul dalam menyeragamkan pendapat dan lebih jauh mengatakan, bahwa al-Qur’an yang ada sekarang merupakan editan Nabi Muhammad sendiri, serta sikap skeptisisme John barton yang dilontarkan atas al-Qur’an yang ada sekarang juga tidak dapat dibuktikan dengan data-data yang valid.