Film animasi 3D sebagai media edukasi anti-bullying menghadapi tantangan mendasar dalam mengkodekan nilai moral abstrak ke dalam sistem tanda visual yang terbaca intuitif oleh anak usia sekolah dasar. Semiotika Umberto Eco, khususnya konsep sign-function, overcoding, dan undercoding, menawarkan kerangka yang tepat untuk mengevaluasi seberapa andal makna tanda visual tersampaikan kepada audiens tertentu. Secara praktis, kerangka ini mengidentifikasi kode visual mana yang langsung terbaca oleh anak tanpa penjelasan verbal dan kode mana yang membutuhkan interpretasi aktif dari penonton. Penelitian ini menganalisis sistem tanda dalam film animasi 3D Small Steps menggunakan kerangka semiotika Eco, dengan fokus pada tiga unit analisis: desain karakter, sistem warna, dan environment subak sebagai kode budaya. Metode deskriptif kualitatif digunakan dengan teknik analisis unit tanda pada 11 adegan kunci film. Hasil menunjukkan bahwa kontras ukuran antara karakter Luh dan Bara beroperasi sebagai sign-function yang mengkodekan ketidakseimbangan kekuatan tanpa penjelasan verbal. Environment subak yang diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia sejak 2012 berfungsi sebagai overcoding budaya yang berpotensi mengaktifkan nilai harmoni Tri Hita Karana bagi anak Bali yang memiliki pengetahuan budaya relevan. Penelitian ini menawarkan model sistem tanda tiga lapisan sebagai kontribusi praktis bagi bidang Desain Komunikasi Visual dan pengembangan multimedia edukatif berbasis kearifan lokal.
Copyrights © 2025