Penelitian ini menganalisis dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terhadap harga obat di apotek wilayah Jawa Timur, serta relevansinya dengan pemenuhan prinsip keadilan sosial sebagaimana diamanatkan sila kelima Pancasila. Industri farmasi Indonesia menghadapi tantangan struktural berupa ketergantungan tinggi pada bahan baku impor, sehingga pergerakan kurs rupiah secara langsung memengaruhi biaya produksi dan ujungnya mempengaruhi harga jual obat di tingkat apotek. Melalui pendekatan kajian pustaka dari 25 sumber akademik yang relevan, penelitian ini memetakan rantai transmisi depresiasi kurs terhadap aksesibilitas obat di Jawa Timur. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelemahan rupiah memperburuk keterjangkauan obat bagi masyarakat, terutama kelompok rentan, yang bertentangan dengan nilai keadilan sosial dalam Pancasila. Penelitian ini merekomendasikan penguatan regulasi harga, percepatan program substitusi impor bahan baku farmasi, dan penguatan pengawasan apotek dalam implementasi Harga Eceran Tertinggi.
Copyrights © 2026