Kesepian pada lansia bisa muncul karena menurunnya interaksi sosial, kehilangan pasangan hidup, serta perubahan peran sosial, yang pada akhirnya dapat memicu peningkatan tingkat stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesepian dengan tingkat stres pada lansia aktif mengikuti kegiatan integrasi layanan primer (ILP) di Puskesmas Tanjung Pinang. Penelitian ini adalah pendekatan asosiatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini berjumlah 268 dengan sampel 73 lansia yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner UCLA Loneliness Scale Version 3 untuk mengetahui kesepian dan DASS-2 untuk mengetahui tingkat stess lansia. Analisis data yamg digunakan yaitu univariat dan analisis bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian mayoritas lansia mengalami tingkat kesepian rendah sebanyak 39 orang (53,4%) dan sebagian besar lansia mengalami tingkat stres berat 63 orang (86,3%). Hasil uji spearman menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kesepian dengan tingkat stres (p = 0,000) dengan nilai koefisien korelasi (r = 0,489). Ada hubungan yang signifikan antara kesepian dengan tingkat stres pada lansia. Semakin tinggi tingkat kesepian, maka semakin tinggi pula tingkat stres yang dialami lansia. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan dukungan sosial dan keterlibatan lansia dalam kegiatan sosial untuk mengurangi kesepian dan menurunkan tingkat stres
Copyrights © 2026