Pertumbuhan dan perkembangan anak merupakan periode penting yang menentukan kualitas hidup di msa mendatang. Status gizi yang baik berperan dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan motorik yang optimal. Permasalahan gizi dapat menyebabkan gangguan perkembangan motorik, terutama pada balita usia 12-17 bulan yang berada pada masa golden age, sehingga perlu diteliti hubungan status gizi dengan perkembangan motorik pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dengan perkembangan motorik pada balita usia 12-17 bulan di desa teluk. Penelitian menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional pada 40 balita usia 12-17 bulan yang dipilih melalui total sampling. Status gizi dinilai berdasarkan pengukuran berat badan dan tinggi badan menggunakan grafik z-score, sedangkan perkembangan motorik diukur menggunakan kuesioner pra-skrining perkembangan motorik. Hasil analisis uji statistik Spearman rank diperoleh p value 0,020<0,05 yang artinya terdapat hubungan status gizi dengan perkembangan motorik pada balita usia 12-17 bulan. Hasil uji korelasi spearman diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,336 atau rendah. Hal tersebut dapat diartikan status gizi bukan menjadi faktor utama yang mempengaruhi perkembangan motorik, tetapi banyak faktor lain yang dapat mempengaruhinya. Kesimpulan Ada Hubungan status gizi dengan perkembangan motorik pada balita usia 12-17 bulan di desa Teluk. Bagi orangtua agar lebih memperhatikan gizi anak dan hal-hal lain yang bisa meningkatkan perkembangan motorik anak.
Copyrights © 2026