Perilaku merokok pada siswa sekolah masih menjadi permasalahan sosial dan pendidikan yang dipengaruhi oleh lingkungan pertemanan, keluarga, serta lemahnya pengawasan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku merokok pada siswa sekolah serta menganalisisnya dalam perspektif patologi sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif yang dilakukan di lingkungan sekolah dengan subjek siswa yang memiliki perilaku merokok serta pihak terkait lainnya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mulai merokok karena rasa ingin tahu, pengaruh teman sebaya, serta kebiasaan merokok yang ditemukan dalam lingkungan keluarga. Aktivitas merokok umumnya dilakukan secara sembunyi-sembunyi di luar pengawasan sekolah dan sering dilakukan bersama kelompok pertemanan. Perilaku merokok memberikan dampak terhadap kedisiplinan, konsentrasi belajar, dan interaksi sosial siswa di lingkungan sekolah. Dalam perspektif patologi sosial, perilaku merokok pada siswa dipandang sebagai bentuk penyimpangan sosial karena bertentangan dengan norma kesehatan dan pendidikan. Oleh karena itu, upaya pencegahan memerlukan kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat melalui pengawasan, layanan konseling, serta edukasi mengenai bahaya merokok. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kontrol sosial dan penciptaan lingkungan pendidikan yang lebih sehat guna mencegah perilaku merokok pada siswa.
Copyrights © 2026