Transformasi digital dalam industri perbankan memberikan efisiensi layanan namun sekaligus memicu evolusi kejahatan siber yang semakin kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan ancaman siber pada sektor perbankan, mengevaluasi kapabilitas keamanan sistem informasi yang diterapkan, serta mengidentifikasi strategi peningkatan ketahanan siber di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur, yang menelaah berbagai jurnal ilmiah, laporan keamanan siber, dan dokumen standar keamanan informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor perbankan menghadapi ancaman utama berupa phishing, malware/ransomware, serangan DDoS, dan social engineering. Meskipun perbankan telah mengintegrasikan teknologi modern seperti multi-factor authentication (MFA), firewall, dan kecerdasan buatan (AI) serta mengadopsi standar internasional seperti ISO 27001 dan NIST, faktor kesalahan manusia (human error) dan kompleksitas infrastruktur tetap menjadi tantangan utama. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan bahwa strategi ketahanan siber masa depan harus melibatkan pendekatan komprehensif melalui konsep Zero Trust Security, penguatan tata kelola TI, peningkatan literasi keamanan, serta kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan
Copyrights © 2026