Peningkatan kebisingan akibat perkembangan industri, transportasi, dan urbanisasi mendorong perlunya pengembangan material akustik yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ketebalan dan tingkat kompaksi terhadap kemampuan absorpsi bunyi panel biokomposit berbasis gabus kelapa (cocopeat) dengan matriks styrofoam daur ulang. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan rancangan faktorial 2×2 yang terdiri atas variasi ketebalan 20 mm dan 30 mm serta kompaksi 4:4 dan 4:5. Setiap kombinasi perlakuan dilakukan sebanyak tiga kali replikasi. Pengujian absorpsi bunyi dilakukan menggunakan tabung impedansi dua mikrofon berdasarkan standar ASTM E1050-98 pada frekuensi 200 Hz, 400 Hz, 800 Hz, dan 1600 Hz. Nilai koefisien absorpsi bunyi dikonversi menjadi Noise Reduction Coefficient (NRC) dan selanjutnya dihitung menjadi nilai decibel drop. Analisis data dilakukan menggunakan Two-Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketebalan, kompaksi, dan interaksi keduanya berpengaruh signifikan terhadap nilai decibel drop (p < 0,05). Ketebalan 30 mm menghasilkan kemampuan absorpsi bunyi yang lebih baik dibandingkan ketebalan 20 mm. Kompaksi 4:4 menghasilkan nilai decibel drop lebih tinggi dibandingkan kompaksi 4:5. Kombinasi perlakuan terbaik diperoleh pada panel dengan ketebalan 30 mm dan kompaksi 4:4 yang menghasilkan nilai decibel drop rata-rata sebesar 2,270 dB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan ketebalan panel mampu meningkatkan kemampuan absorpsi bunyi, sedangkan pengaruh kompaksi bergantung pada kombinasi perlakuan yang digunakan.
Copyrights © 2026