Pemanfaatan limbah pertanian sebagai penyusun komposit relevan untuk pengembangan produk fungsional yang ramah lingkungan. Abu sekam padi dan abu ampas tebu memiliki potensi sebagai filler karena kandungan silikanya, sedangkan waterglass dapat digunakan sebagai matriks anorganik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi komposisi abu sekam padi, abu ampas tebu, dan waterglass terhadap kekuatan lentur komposit sebagai material coaster, serta mengevaluasi ketahanan air pada komposisi terbaik. Penelitian menggunakan dua variasi komposisi, yaitu A1 berupa 40% abu sekam padi, 20% abu ampas tebu, dan 40% waterglass serta A2 berupa 30% abu sekam padi, 20% abu ampas tebu, dan 50% waterglass. Setiap komposisi dibuat sebanyak empat spesimen. Pengujian kekuatan lentur dilakukan dengan metode three-point bending mengacu pada ASTM D790, sedangkan pengujian ketahanan air mengacu pada prinsip ASTM D570 dengan perendaman selama 4 jam. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas, dan independent sample t-test. Hasil menunjukkan komposisi A2 menghasilkan rata-rata kekuatan lentur 2,84 MPa, lebih tinggi dibandingkan A1 sebesar 1,98 MPa, dengan perbedaan signifikan (p = 0,011). Rata-rata daya serap air pada komposisi optimal sebesar 6,11%. Hasil ini menunjukkan peningkatan proporsi waterglass memperbaiki kekuatan lentur, tetapi perlindungan permukaan masih diperlukan untuk meningkatkan ketahanan air coaster.
Copyrights © 2026