Terasi merupakan salah satu produk pangan tradisional yang dihasilkan melalui proses fermentasi dan termasuk dalam bioteknologi konvensional. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan terasi serta peran mikroorganisme dalam fermentasi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan analisis deskriptif terhadap tahapan pembuatan terasi, mulai dari pencucian udang rebon, pencampuran dengan garam, penjemuran, penghalusan, hingga proses fermentasi dan pencetakan. Hasil menunjukkan bahwa selama fermentasi terjadi perubahan fisik dan kimia, seperti perubahan warna, aroma, dan tekstur, yang disebabkan oleh aktivitas mikroorganisme dalam menguraikan protein menjadi senyawa sederhana. Proses ini menghasilkan terasi dengan cita rasa khas serta daya simpan yang lebih lama. Dengan demikian, pembuatan terasi merupakan contoh penerapan bioteknologi konvensional yang memanfaatkan fermentasi untuk meningkatkan kualitas dan nilai tambah bahan pangan
Copyrights © 2026