Lingkungan kerja konstruksi, khususnya pada proyek pembangunan gedung bertingkat tinggi, merupakan sektor dengan risiko tinggi terhadap kesehatan kerja. Paparan kebisingan yang tinggi dari penggunaan alat berat dan operasional konstruksi menjadi stresor fisik utama yang berpotensi memicu timbulnya stres kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan paparan kebisingan dengan stres kerja yang dialami oleh pekerja di Proyek Pembangunan Rumah Sakit Amanah Medical Centre Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 28 orang pekerja sebagai populasi. Data paparan kebisingan diukur secara objektif di lokasi kerja, sementara tingkat stres kerja diukur menggunakan kuesioner. Hubungan antara kedua variabel dianalisis menggunakan uji Korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pekerja proyek berada pada kategori Stres Kerja Sedang. Analisis Korelasi Pearson menunjukkan koefisien r = 0.436 dengan nilai signifikansi p = 0.020 lebih kecil dari α=0.05, disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara paparan kebisingan dengan stres kerja. Nilai r menunjukkan bahwa hubungan tersebut bersifat positif dengan kekuatan sedang, artinya semakin tinggi paparan kebisingan, semakin tinggi pula tingkat stres kerja yang dialami oleh pekerja. Temuan ini menegaskan pentingnya upaya pengendalian kebisingan secara ketat, baik melalui penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pendengaran yang tepat maupun intervensi rekayasa teknis.
Copyrights © 2026