Performance : Jurnal Bisnis dan Akuntansi
Vol 16 No 1 (2026): Performance: Jurnal Bisnis & Akuntansi

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN DENGAN PENDEKATAN RASIO KEUANGAN : STUDI KOMPARATIF PADA 5 PERUSAHAAN INDUSTRI FMCG (FAST-MOVING CONSUMER GOODS)

Rahma Maulaya Ramadhani (Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Bina Sarana Informatika)
Vanesca Esandira (Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Bina Sarana Informatika)
Maya Sulistiani (Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Bina Sarana Informatika)
Tuti Nurfauziah (Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Bina Sarana Informatika)
Herayati Herayati (Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Bina Sarana Informatika)



Article Info

Publish Date
24 Jun 2026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kinerja keuangan lima perusahaan terkemuka di industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) di Indonesia pada tahun 2025, yaitu PT Kino Indonesia Tbk, PT Mustika Ratu Tbk, PT Paragon Karya Perkasa Tbk, PT Mandom Indonesia Tbk, dan PT Martina Berto Tbk. Evaluasi mendalam dilakukan dengan menggunakan pendekatan analisis rasio keuangan utama, yang meliputi rasio likuiditas (Current Ratio, Quick Ratio, Cash Ratio), rasio solvabilitas (Debt to Asset Ratio, Debt to Equity Ratio), serta rasio profitabilitas (Gross Profit Margin, Net Profit Margin, Return on Assets, Return on Equity). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif deskriptif dengan pendekatan studi komparatif berbasis data laporan keuangan konsolidasian tahun 2025. Hasil analisis menunjukkan adanya variasi strategi finansial yang signifikan di antara kelima emiten tersebut. Dari sektor likuiditas dan solvabilitas, PT Mandom Indonesia Tbk dan PT Mustika Ratu Tbk menerapkan strategi keuangan yang sangat konservatif dan aman, ditandai dengan tingkat likuiditas yang tinggi (Current Ratio masing-masing 5,31 dan 2,787) serta struktur modal yang didominasi oleh ekuitas sendiri (DER masing-masing 29,65% dan 39,1%). Sebaliknya, PT Paragon Karya Perkasa Tbk, PT Kino Indonesia Tbk, dan PT Martina Berto Tbk beroperasi dengan modal kerja yang lebih agresif dengan tingkat likuiditas di bawah angka aman (< 1). Pada sektor profitabilitas, PT Kino Indonesia Tbk mencatat margin laba kotor tertinggi (GPM 41%), namun PT Paragon Karya Perkasa Tbk menjadi perusahaan dengan kinerja keuangan terbaik secara keseluruhan. Meskipun memiliki likuiditas rendah (CR 0,37) dan leverage tinggi (DER 101,43%), PT Paragon Karya Perkasa Tbk mampu mengelola biaya operasionalnya secara efisien, sehingga menghasilkan tingkat pengembalian tertinggi bagi investor dengan NPM 7,44%, ROA 8,88%, dan ROE mencapai 17,88%. Sementara itu, PT Martina Berto Tbk mencatat kinerja kurang memuaskan dengan profitabilitas negatif akibat tingginya beban usaha yang memicu kerugian bersih pada tahun berjalan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efisiensi operasional dan optimalisasi perputaran aset memegang peranan yang lebih krusial dibandingkan kebijakan likuiditas yang longgar dalam memaksimalkan profitabilitas di industri FMCG.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

FEB

Publisher

Subject

Economics, Econometrics & Finance

Description

PERFORMANCE : Jurnal Bisnis & Akuntansi adalah jurnal yang memberikan wacana keilmuan tentang akuntansi, bisnis dan manajemen secara praktis. Artikel yang dipublikasikan pada jurnal ini meliputi berbagai bahasan dimulai dari hasil kajian khusus, evaluasi kritis sampai dengan penelitian empiris. ...