Maya Sulistiani
Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Bina Sarana Informatika

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN DENGAN PENDEKATAN RASIO KEUANGAN : STUDI KOMPARATIF PADA 5 PERUSAHAAN INDUSTRI FMCG (FAST-MOVING CONSUMER GOODS) Rahma Maulaya Ramadhani; Vanesca Esandira; Maya Sulistiani; Tuti Nurfauziah; Herayati Herayati
PERFORMANCE: Jurnal Bisnis & Akuntansi Vol 16 No 1 (2026): Performance: Jurnal Bisnis & Akuntansi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Wiraraja Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/feb.v16i1.5235

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kinerja keuangan lima perusahaan terkemuka di industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) di Indonesia pada tahun 2025, yaitu PT Kino Indonesia Tbk, PT Mustika Ratu Tbk, PT Paragon Karya Perkasa Tbk, PT Mandom Indonesia Tbk, dan PT Martina Berto Tbk. Evaluasi mendalam dilakukan dengan menggunakan pendekatan analisis rasio keuangan utama, yang meliputi rasio likuiditas (Current Ratio, Quick Ratio, Cash Ratio), rasio solvabilitas (Debt to Asset Ratio, Debt to Equity Ratio), serta rasio profitabilitas (Gross Profit Margin, Net Profit Margin, Return on Assets, Return on Equity). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif deskriptif dengan pendekatan studi komparatif berbasis data laporan keuangan konsolidasian tahun 2025. Hasil analisis menunjukkan adanya variasi strategi finansial yang signifikan di antara kelima emiten tersebut. Dari sektor likuiditas dan solvabilitas, PT Mandom Indonesia Tbk dan PT Mustika Ratu Tbk menerapkan strategi keuangan yang sangat konservatif dan aman, ditandai dengan tingkat likuiditas yang tinggi (Current Ratio masing-masing 5,31 dan 2,787) serta struktur modal yang didominasi oleh ekuitas sendiri (DER masing-masing 29,65% dan 39,1%). Sebaliknya, PT Paragon Karya Perkasa Tbk, PT Kino Indonesia Tbk, dan PT Martina Berto Tbk beroperasi dengan modal kerja yang lebih agresif dengan tingkat likuiditas di bawah angka aman (< 1). Pada sektor profitabilitas, PT Kino Indonesia Tbk mencatat margin laba kotor tertinggi (GPM 41%), namun PT Paragon Karya Perkasa Tbk menjadi perusahaan dengan kinerja keuangan terbaik secara keseluruhan. Meskipun memiliki likuiditas rendah (CR 0,37) dan leverage tinggi (DER 101,43%), PT Paragon Karya Perkasa Tbk mampu mengelola biaya operasionalnya secara efisien, sehingga menghasilkan tingkat pengembalian tertinggi bagi investor dengan NPM 7,44%, ROA 8,88%, dan ROE mencapai 17,88%. Sementara itu, PT Martina Berto Tbk mencatat kinerja kurang memuaskan dengan profitabilitas negatif akibat tingginya beban usaha yang memicu kerugian bersih pada tahun berjalan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efisiensi operasional dan optimalisasi perputaran aset memegang peranan yang lebih krusial dibandingkan kebijakan likuiditas yang longgar dalam memaksimalkan profitabilitas di industri FMCG.
ANALISIS STRUKTUR PENENTUAN HARGA JUAL PRICE STRATEGI DAN PERHITUNGAN KOMISI AFILASI DALAM MENGOTIMALKAN PROFIT MARGIN SELLER TIKTOK SHOP Vanesca Esandira; Rahma Maulaya Ramadhani; Maya Sulistiani; Tuti Nurfauziah
PERFORMANCE: Jurnal Bisnis & Akuntansi Vol 16 No 1 (2026): Performance: Jurnal Bisnis & Akuntansi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Wiraraja Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/feb.v16i1.5253

Abstract

Pesatnya perkembangan social commerce, khususnya TikTok Shop, telah mengubah lanskap bisnis ritel dan menuntut pelaku usaha untuk beradaptasi dengan model biaya yang dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur penentuan harga jual (pricing strategy) dan mekanisme kompensasi komisi afiliasi dalam upaya optimalisasi margin keuntungan pada Seattle Aroma. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif terhadap data keuangan internal perusahaan periode Mei 2026. Hasil analisis menunjukkan bahwa total biaya per unit produk adalah sebesar Rp37.788,33, dengan harga jual rata-rata Rp55.056,00, menghasilkan margin keuntungan sebesar 31,36% (Rp17.267,67 per unit). Temuan penelitian menunjukkan bahwa biaya non-produksi, khususnya komisi pasar dan biaya afiliasi, menjadi komponen dominan yang menekan profitabilitas bersih. Meskipun volume penjualan meningkat melalui program afiliasi, risiko terdapat paradoks pertumbuhan di mana beban pemasaran tumbuh lebih cepat dibandingkan laba bersih. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan strategi penentuan harga yang lebih adaptif, efisiensi biaya operasional melalui bundling, dan seleksi mitra afiliasi berbasis kinerja (conversion rate) untuk menjaga stabilitas margin keuntungan di tengah tren kenaikan biaya platform.