Masjid merupakan tempat ibadah yang harus mampu menghadirkan kenyamanan bagi jamaah agar mereka dapat beribadah secara khusyuk, terutama di wilayah beriklim tropis seperti Indonesia. Tingginya suhu dan kelembaban udara sepanjang tahun menimbulkan tantangan terhadap kenyamanan termal dalam bangunan publik seperti masjid. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kenyamanan termal di Masjid Al-Akbar Surabaya, salah satu masjid terbesar di Indonesia yang berlokasi di wilayah beriklim tropis. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi, berdasarkan parameter suhu, kelembaban, dan kecepatan angin, serta menilai efektivitas penerapan desain pasif seperti ventilasi silang, void, dan material bangunan terhadap kondisi termal di berbagai waktu jamaahan. Selain itu, penelitian ini juga menggali persepsi jamaah terhadap kenyamanan ruang untuk memberikan gambaran mengenai performa termal bangunan. Penelitian dilakukan diwaktu pagi, siang, dan sore hari. Hasil menunjukkan bahwa meskipun desain bangunan telah mengadopsi strategi pasif kenyamanan termal belum sepenuhnya tercapai, terutama pada siang hari saat suhu mencapai 31,2°C. Pada pagi dan sore hari, kenyamanan termal relatif lebih baik karena suhu dan kecepatan angin mendukung kenyamanan jamaah.
Copyrights © 2026