Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan kompetensi esensial yang perlu dikuasai oleh siswa. Meskipun demikian, sebagian siswa yang masih sulit untuk menyelesaikan masalah matematis secara optimal. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi hambatan yang dialami siswa pada materi statistika serta mengkaji implikasi hasil analisis tersebut terhadap penerapan model pembelajaran Learning Cycle 5E. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian sebanyak 28 siswa kelas VIII SMP Negeri 25 Pekanbaru pada tahun ajaran 2025/2026. Data diperoleh melalui tes yang dirancang berdasarkan tahapan pemecahan masalah, sedangkan analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang mengacu pada setiap tahap pemecahan masalah. Hasil penelitian ini memaparkan bahwa pada setiap tahapan pemecahan masalah, siswa masih mengalami berbagai kendala. Persentase keberhasilan pada tahap memahami masalah mencapai 63,39%, tahap melaksanakan rencana sekitar 49,11%, tahap merencanakan penyelesaian sebesar 17,86%, serta tahap memeriksa kembali sebesar 14,58%. Hambatan terbesar dialami siswa pada tahap merencanakan penyelesaian dan memeriksa kembali jawaban. Atas dasar temuan tersebut, model pembelajaran Learning Cycle 5E yang mencakup tahapan Engagement, Exploration, Explanation, Elaboration, dan Evaluation dipandang layak dijadikan alternatif solusi upaya mengatasi kesulitan pemecahan masalah matematis siswa.
Copyrights © 2026