Mahasiswa merupakan kelompok yang sangat dekat dengan penggunaan teknologi digital, terutama dalam aktivitas komunikasi, interaksi sosial, dan pertukaran informasi sehari-hari. Perkembangan teknologi digital yang semakin kompleks dapat membawa berbagai konsekuensi bagi penggunanya, baik berupa perilaku maladaptif maupun dampak positif yang berkaitan dengan kesejahteraan individu. Salah satu isu yang semakin banyak mendapat perhatian dalam penelitian adalah digital wellness, yang diduga dipengaruhi oleh berbagai faktor internal, termasuk online self-disclosure dan regulasi emosi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh online self-disclosure terhadap digital wellness dengan regulasi emosi sebagai variabel mediator. Sebanyak 162 mahasiswa di Jakarta berpartisipasi dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner daring menggunakan teknik convenience sampling. Penelitian ini menerapkan desain potong lintang dan data dianalisis menggunakan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa online self-disclosure dan regulasi emosi sama-sama berpengaruh terhadap digital wellness pada mahasiswa. Namun demikian, regulasi emosi tidak ditemukan mampu memediasi secara signifikan pengaruh online self-disclosure terhadap digital wellness pada mahasiswa.
Copyrights © 2025