Pandemi COVID-19 telah mengakibatkan berbagai perubahan besar, salah satunya dalam penggunaan internet oleh masyarakat. Total waktu yang dihabiskan masyarakat untuk penggunaan internet selama masa pandemi COVID-19 terus meningkat secara signifikan. Adiksi internet yang persisten dapat menimbulkan berbagai dampak yang berujung pada timbulnya depresi, terutama pada remaja. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara adiksi internet dengan depresi pada remaja pasca pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional analitik dengan desain cross-sectional. Alat ukur yang digunakan adalah KDAI untuk mengukur tingkat adiksi internet dan CDI untuk skrining depresi. Responden adalah siswa-siswi SMAN 1 Mataram dan SMAN 5 Mataram yang berusia 14 hingga 17 tahun (n = 115), yang diambil secara proportionate stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adiksi internet memiliki hubungan yang signifikan terhadap kecenderungan terjadinya depresi pada remaja pasca pandemi COVID-19, dengan risiko yang meningkat hingga 4.1 kali lipat. Angka kejadian adiksi internet pada remaja pasca pandemi COVID-19 sebesar 27.8% dan resiko depresi remaja pasca pandemi COVID-19 yang terdeteksi sebesar 57.4%.
Copyrights © 2025