Kebermaknaan kerja merupakan salah satu kondisi psikologis yang banyak diharapkan oleh para pekerja, termasuk guru, karena memberikan nilai positif yang melampaui imbalan finansial semata. Perasaan bahwa pekerjaan yang dijalani memiliki makna dapat membantu individu mencapai kondisi flourishing serta meningkatkan kualitas pengalaman kerja. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam membentuk kebermaknaan kerja pada guru adalah otonomi kerja. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh otonomi kerja terhadap kebermaknaan kerja pada guru. Sebanyak 110 guru yang bekerja di Jakarta berpartisipasi dalam penelitian ini. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner daring dengan teknik convenience sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa otonomi kerja berpengaruh terhadap kebermaknaan kerja pada guru. Namun, analisis lebih lanjut memperlihatkan bahwa hanya aspek otonomi metode kerja yang berpengaruh signifikan terhadap kebermaknaan kerja. Sebaliknya, aspek otonomi penjadwalan kerja dan otonomi kriteria kerja tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap kebermaknaan kerja pada guru.
Copyrights © 2025