Generasi muda saat ini, terutama kelompok Gen Z, semakin banyak yang memilih menjalani hubungan tanpa status (HTS) sebagai bentuk relasi romantis. Pola hubungan ini dianggap lebih sesuai dengan nilai kebebasan dan fleksibilitas yang berkembang pada kalangan anak muda karena tidak menuntut adanya komitmen yang jelas antara kedua pihak. Meskipun demikian, ketiadaan komitmen tersebut sering kali membuat hubungan sulit berkembang menuju tahap yang lebih serius, seperti pernikahan. Tinjauan pustaka ini dilakukan melalui penelusuran artikel ilmiah pada Google Scholar dengan kriteria publikasi dalam lima tahun terakhir. Berdasarkan proses seleksi, diperoleh sepuluh penelitian yang dianalisis lebih lanjut. Hasil kajian menunjukkan bahwa HTS semakin umum ditemukan pada remaja dan dewasa muda. Hubungan ini dipilih karena memberikan keleluasaan dalam menjalin kedekatan tanpa ikatan formal. Walaupun tidak memiliki status resmi, HTS tetap dapat melibatkan rasa percaya, kepuasan hubungan, dan kedekatan emosional. Selain itu, HTS memiliki kemiripan dengan casual relationship dan friends with benefits. Namun, minimnya komitmen berpotensi menimbulkan hubungan yang tidak pasti serta berbagai konsekuensi emosional dan psikologis bagi individu yang terlibat.
Copyrights © 2025