Mahasiswa adalah kelompok yang rentan mengalami burnout akademik dikarenakan berbagai tuntutan akademis. Ketika menghadapi tahun terakhir dan mengerjakan tugas akhir, makan tuntutan semakin kompleks dan berat. Sebagai konsekuensinya, kemungkinan mahasiswa mengalami burnout akademik akan semakin besar. Salah satu hal yang dianggap berkaitan dengan burnout akademik adalah managing stress. Managing stress dianggap mampu membantu mahasiswa mengembangkan koping yang adaptif dalam menghadapi tuntutan pengerjaan tugas akhir. Tujuan penelitian ini adalah mengukur secara empiric keterkaitan managing stress dan burnout akademik, terutama pada kedua aspeknya yaitu exhaustion dan cynicism. Usia adalah variabel demografis yang ditambahkan dalam penelitian ini. Partisipan penelitian ini adalah 130 orang mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir berusia 21-24 tahun dengan rerata usia 21.92 tahun. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan pengambilan data menggunakan kuesioner daring dengan convenience sampling. Hasil penelitian menemukan bahwa usia tidak berkorelasi dengan managing stress, exhaustion, dan cynicism. Sementara itu, managing stress hanya berkorelasi secara negatif dengan aspek exhaustion, sedang pada aspek cynicism tidak ditemukan korelasi.
Copyrights © 2025