Pengelolaan logistik obat yang efektif merupakan kunci dalam menjamin mutu, ketersediaan, dan keberlanjutan pelayanan kefarmasian di fasilitas kesehatan. Salah satu instrumen penting dalam mendukung hal tersebut adalah sistem pencatatan kartu stok obat yang berfungsi memantau mutasi persediaan, mencegah kekosongan maupun penumpukan obat, serta menjaga keakuratan data distribusi. Namun, praktik pencatatan secara manual masih umum digunakan dan sering menimbulkan kendala seperti keterlambatan pencatatan, ketidaksesuaian data, serta potensi kesalahan input. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kesesuaian sistem pencatatan kartu stok obat di Instalasi Farmasi Ibnu Sina Rapak Balikpapan dengan menyoroti aspek pelaksanaan, efisiensi, serta kendala yang dihadapi petugas logistik. Penelitian dilakukan pada Agustus–September 2025 menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan telaah dokumen kartu stok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh pencatatan telah dilakukan secara teratur dan sesuai prosedur, meliputi pencatatan mutasi, rekap bulanan, serta kesesuaian antara stok fisik dan catatan. Meskipun demikian, masih ditemukan kelemahan pada ketidakkonsistenan pencatatan nomor batch, keterlambatan pembaruan data, serta keterbatasan sumber daya manusia. Integrasi dengan sistem digital Khanza terbukti membantu meningkatkan ketepatan dan efisiensi pencatatan. Dengan demikian, kombinasi sistem manual dan digital menjadi pendekatan adaptif yang efektif untuk memperkuat manajemen logistik obat secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025