Retur obat merupakan indikator penting dalam menilai mutu pelayanan kefarmasian karena berkaitan langsung dengan efisiensi logistik, pemborosan biaya, dan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan menggambarkan kejadian serta faktor penyebab retur sediaan farmasi pada depo rawat inap di salah satu rumah sakit swasta di Balikpapan. Desain penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling terhadap seluruh lembar retur obat periode Juli–Agustus 2025. Hasil analisis menunjukkan terdapat 678 item obat yang diretur dari total 3.971 item resep atau sebesar 17,07%. Faktor utama penyebab retur meliputi pasien pulang (49%), terapi ekstra (20,40%), penghentian terapi (19,02%), perubahan terapi (10,90%), dan meninggal dunia (0,68%). Tingginya angka retur berkaitan erat dengan penerapan sistem One Daily Dose Dispensing (ODD) yang kurang adaptif terhadap dinamika klinis pasien. Sebagai tindak lanjut, rumah sakit mengimplementasikan model distribusi hybrid ODD–UDD, yang dinilai mampu menekan jumlah retur tanpa menurunkan efisiensi dan mutu pelayanan. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan sediaan farmasi yang responsif dan fleksibel untuk mendukung keselamatan pasien, efisiensi operasional, serta peningkatan kualitas layanan farmasi klinis di rumah sakit.
Copyrights © 2025