Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelengkapan pelaksanaan konseling oleh apoteker saat penyerahan obat di Depo Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit X di Balikpapan. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya konseling apoteker dalam meningkatkan pemahaman, kepatuhan, dan keselamatan pasien terhadap penggunaan obat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan observasi langsung menggunakan lembar checklist yang mencakup sembilan aspek konseling, dilakukan dengan metode total sampling terhadap seluruh pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kelengkapan konseling sebesar 57,28%, dengan aspek identitas pasien, indikasi, dosis, cara, dan waktu penggunaan obat mencapai kelengkapan 100%, sedangkan aspek efek samping (4,8%), interaksi obat (0,4%), dan penyimpanan obat (8,4%) masih rendah. Rendahnya tingkat kelengkapan pada aspek tertentu dipengaruhi oleh keterbatasan waktu konseling, jumlah antrian pasien, serta fokus apoteker pada penyampaian informasi dasar. Meskipun demikian, kegiatan konseling tetap terlaksana secara konsisten dan menunjukkan adanya upaya apoteker dalam memberikan edukasi kepada pasien, sehingga diperlukan peningkatan pelatihan komunikasi dan penerapan standar prosedur yang lebih optimal untuk mendukung kualitas pelayanan kefarmasian.
Copyrights © 2025