Ekowisata memiliki potensi sebagai sarana pendidikan lingkungan yang efektif, namun nilai-nilai Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) dalam ekowisata kurang dieksplorasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pola internalisasi nilai PLH pada Ekowisata Ujung Tamiang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan sumber data berupa catatan refleksi 71 mahasiswa, wawancara dengan pengelola, dan observasi langsung di lapangan. Data yang terkumpul dianalisis secara bertahap, dikelompokkan ke dalam lima nilai lingkungan, dan dipetakan ke dalam tiga ranah pembelajaran yang mengacu pada kerangka Taksonomi Bloom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas ekowisata berhasil menanamkan nilai PLH secara berjenjang. Proses dimulai dari pemahaman fakta ekologis tentang tuntong laut dan mangrove, kemudian berkembang menjadi rasa hormat dan tanggung jawab terhadap alam. Pengalaman langsung serta interaksi dengan satwa memperkuat keterikatan emosional wisatawan, yang pada akhirnya mendorong keterlibatan nyata dalam kegiatan konservasi. Studi ini menyimpulkan bahwa ekowisata yang dikelola dengan orientasi edukasi tidak hanya berfungsi sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sebagai medium pembelajaran yang mampu mengubah sikap dan perilaku wisatawan menuju kepedulian lingkungan. Temuan ini dapat menjadi acuan bagi pengelola destinasi dan pendidik dalam merancang kegiatan wisata yang edukatif, berkelanjutan, dan bermakna.
Copyrights © 2026