Bosowa Journal of Education
Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026

Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Penjumlahan Dan Pengurangan Bersusun Pada Siswa UPT SPF SD Inpres Tello Baru III Kota Makassar

Sahrina, Sahrina (Unknown)
Asdar, Asdar (Unknown)
Safira, Ifa (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2026

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran problem based learning terhadap kemampuan penjumlahan bersusun siswa kelas 2 UPT SPF SD Inpres Tello Baru III Kota Makassar dan (2) untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran problem based learning terhadap kemampuan pengurangan bersusun siswa kelas 2 UPT SPF SD Inpres Tello Baru III Kota Makassar. Desain atau model penelitian yang digunakan adalah desain penelitian yang bersifat eksperimen dengan model eksperimen murni atau true experimental bentuk randomized pretest-postest design. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas 2 UPT SPF SD Inpres Tello Baru III yang 72 orang yang terbagi atas dua kelas. Sampel penelitian ini dikelompokkan atas dua kelompok, yaitu siswa kelas II.a sebanyak 36 orang sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas II.b sebanyak 36 orang sebagai kelas kontrol. Penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling (random kelas), artinya penentuan sampel dilakukan secara acak dengan mengundi semua kelas untuk dijadikan sampel penelitian. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah tes tertulis. Selanjutnya, keseluruhan data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bersusun pada Siswa Kelas II UPT SPF SD Inpres Tello Baru III Kota Makassar dengan menerapkan model pembelajaran problem based learning dikategorikan memadai. Berdasarkan hasil analisis deskriptif dapat dikatakan bahwa perolehan nilai rata-rata postes kelas eksperimen lebih tinggi daripada nilai rata-rata postes kelas kontrol. Hal ini terlihat dari perolehan nilai rata-rata siswa kelas eksperimen berada pada kategori baik dengan nilai 83 yang berada pada rentang nilai 75 – 85, sedangkan kemampuan siswa dalam penjumlahan dan pengurangan bersusun siswa kelas kontrol berada pada kategori baik, namun nilai rata-rata yang diperoleh adalah 75 sebagai nilai ketuntasan minimal yang berada pada rentang nilai 75 – 85. Selanjutnya, hasil analisis inferensial dengan menggunakan perhitungan uji t tampak pula bahwa penerapan model pembelajaran problem based learning efektif dalam penjumlahan dan pengurangan bersusu siswa kelas II UPT SPF SD Inpres Tello Baru III Kota Makassar. Hal ini tampak pada nilai t hitung sebesar 5,415 dibandingkan dengan ttabel sebesar 2,04 atau      t hitung > t tabel yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima sehingga ada perbedaan yang signifikan antara kelas yang menggunakan model pembelajaran problem based learning dengan tanpa menggunakan model pembelajaran problem based learning. This study aims to (1) determine the effect of the problem-based learning (PBL) model on the ability of second-grade students at UPT SPF SD Inpres Tello Baru III, Makassar, to perform vertical addition and (2) determine the effect of the problem-based learning model on their ability to perform vertical subtraction. The research design used is an experimental research design with a true experimental model in the form of a randomized pretest-posttest design. The population of this study consists of all second-grade students at UPT SPF SD Inpres Tello Baru III, totaling 72 students divided into two classes. The research sample is categorized into two groups: class II.a, consisting of 36 students as the experimental class, and class II.b, consisting of 36 students as the control class. The sampling technique used in this study is simple random sampling (random class), meaning that the sample selection was conducted randomly by drawing lots among all classes to determine the research sample. The data collection technique used in this study is a written test. Subsequently, all collected data were analyzed using descriptive and inferential statistics. The results of the study indicate that the application of the problem-based learning model in teaching vertical addition and subtraction to second-grade students at UPT SPF SD Inpres Tello Baru III, Makassar, is considered effective. Based on descriptive analysis, the average post-test score of the experimental class is higher than that of the control class. The average score of the experimental class is categorized as good, with a score of 83 within the range of 75–85, while the ability of students in the control class in vertical addition and subtraction is also categorized as good, but the average score obtained is 75, which is the minimum mastery criterion within the range of 75–85. Furthermore, inferential analysis using the t-test calculation also shows that the application of the problem-based learning model is effective in teaching vertical addition and subtraction to second-grade students at UPT SPF SD Inpres Tello Baru III, Makassar. This is evident from the t-value of 5.415 compared to the t-table value of 2.04, or t-value > t-table, meaning that H0 is rejected and H1 is accepted. Therefore, it can be concluded that the hypothesis is accepted, indicating a significant difference between the class that implemented the problem-based learning model and the class that did not.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jpe

Publisher

Subject

Education Languange, Linguistic, Communication & Media Mathematics Social Sciences Other

Description

Bosowa Journal of Education menerbitkan artikel yang pada bidang pendidikan dasar, pendidikan bahasa inggris, pendidikan sains, pendidikan matematika, pendidikan bahasa dan sastra indonesia dan pendidikan anak usia ...