Kesehatan reproduksi remaja ialah salah satu aspek penting dalam proses pembangunan kesehatan masyarakat, khususnya dalam mempersiapkan generasi sehat secara fisik, mental, maupun sosial. Masa remaja ialah periode transisi yang ditandai dengan adanya perubahan hormonal, fisik, serta psikologis yang signifikan, sehingga remaja putri rentan mengalami berbagai gangguan kesehatan reproduksi, salah satunya adalah oligomenorea. Oligomenorea adalah kondisi gangguan siklus menstruasi yang ditandai dengan jarak menstruasi lebih dari 35 hari atau frekuensi menstruasi kurang dari sembilan kali dalam satu tahun. Berdasarkan laporan World Health Organization (WHO) pada tahun 2022, prevalensi gangguan siklus menstruasi masih cukup tinggi pada perempuan. Selain itu, data Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa terdapat sebanyak 13,7% perempuan usia 10 hingga 59 tahun di Indonesia mengalami gangguan menstruasi yang tidak teratur dalam kurun waktu 12 bulan. Maka kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan manajemen stres, sekaligus melatih keterampilan remaja dalam melakukan teknik akupresur SP6 dan box breathing sebagai upaya pencegahan oligomenorea.. Metode kegiatan yang digunakan dengan memberikan penyuluhan, penilaian pengetahuan dengan menggunakan pre test dan post test serta analisa data menggunakan deskriftif kualitatif. Hasil kegiatan diperoleh bahwa Kegiatan edukasi kesehatan reproduksi dan manajemen stres pada remaja putri menunjukkan bahwa pemberian informasi yang tepat dan terstruktur dapat meningkatkan pengetahuan serta pemahaman remaja mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dengan penerapan menejemen stres yang efektif sebagai upaya pencegahan gangguan menstruasi (Oligomenorhea).
Copyrights © 2026