Pelatihan Menulis Teks Drama Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Pringsewu. Kemampuan menulis naskah sastra, khususnya drama, merupakan capaian pembelajaran penting bagi siswa SMP untuk mengasah imajinasi dan berpikir kritis. Namun, observasi awal menunjukkan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Pringsewu dalam menulis teks drama belum maksimal, terutama pada penyusunan struktur resolusi-epilog dan penerapan kaidah kebahasaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan wawasan teoretis serta meningkatkan keterampilan praktis siswa dalam menulis teks drama. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah metode pelatihan interaktif melalui pendekatan kontekstual dan penugasan berbasis peristiwa di lingkungan sekitar siswa. Evaluasi kemampuan siswa dilakukan melalui tes unjuk kerja berupa penugasan menulis teks drama yang dinilai berdasarkan rubrik struktur dan kaidah kebahasaan (ejaan dan tanda baca). Hasil pre-test menunjukkan rata-rata nilai siswa sebesar 77 (kategori baik), dan meningkat signifikan pada post-test setelah pelatihan menjadi 90,16 (kategori sangat baik). Secara rinci, terdapat 22 siswa (88%) yang masuk dalam kategori sangat baik dan 3 siswa (12%) dalam kategori baik. Aspek struktur teks drama memperoleh rerata tertinggi sebesar 3,82, sedangkan aspek kebahasaan menjadi catatan evaluasi karena memperoleh rerata terendah yaitu 3,10 akibat kendala penulisan huruf kapital dan tanda baca pada 10 siswa. Simpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan dengan metode kontekstual efektif meningkatkan pemahaman dan keterampilan menulis teks drama siswa. Pelatihan serupa perlu direncanakan secara berkala dan kontinu guna menumbuhkan budaya menulis sastra di sekolah.
Copyrights © 2026