Kekerasan seksual pada remaja telah menjadi isu kesehatan masyarakat global yang krusial, diperburuk oleh kurangnya pemahaman kesehatan reproduksi di lingkungan sekolah. Data menunjukkan jutaan remaja terpapar risiko kekerasan tanpa memiliki pemahaman yang cukup untuk melindungi diri. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran preventif siswa SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru terhadap kekerasan seksual. Program pengabdian ini menggunakan metode edukasi interaktif berbasis dialog dan media visual (leaflet). Evaluasi efektivitas program dilakukan secara kualitatif melalui sesi tanya jawab lisan terstruktur sebelum (pre-activity) dan sesudah (post-activity) penyampaian materi untuk mengidentifikasi pergeseran paradigma siswa mengenai kekerasan seksual. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa, terutama mengenai bentuk kekerasan non-fisik dan verbal yang sebelumnya sering dianggap normal. Diskusi interaktif memicu keberanian siswa dalam menyuarakan batasan privasi tubuh dan mekanisme pelaporan. Kerjasama lintas sektoral antara akademisi medis dan pihak sekolah terbukti memperkuat sistem pendukung perlindungan anak di sekolah. Pendekatan edukasi melalui diskusi lisan tanpa instrumen kaku lebih efektif dalam menurunkan hambatan komunikasi pada isu sensitif, sekaligus menjadi langkah preventif yang strategis dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman.
Copyrights © 2026