Lansia dapat mengalami situasi gawat darurat yang diakibatkan oleh berbagai penyebab yang terkait masalah fisiologis, neurologis, psikologis dan sosial. Lansia seringkali mengalami penurunan kesehatan seperti mengidap hipertensi, diabetes mellitus, penyakit asam urat, gangguan fungsi jantung, gangguan fungsi ginjal dan lain-lain. Penyakit kronis yang dideritanya terkadang menimbulkan situasi gawat darurat dan kritis seperti tidak sadarkan diri, sesak nafas dan nyeri dada sebelah kiri. Kondisi lain yang dapat menimbulkan situasi gawat darurat pada lansia adalah seperti tersedak dan luka bakar. Sehingga melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan para lansia dapat memahami pengertian, tanda dan gejala, penyebab dan cara penanganan awal kasus-kasus tersebut. Namun lansia dapat menjadi korban yang tidak berdaya pada kondisi gawat darurat sehingga lansia perlu mendapatkan pertolongan segera dengan cepat dan tepat. Tujuan kegiatan ini meningkatkan pengetahuan dan kemampuan para lansia dalam menghadapi kasus gawat darurat yang mungkin dialaminya. Hasil Penyuluhan ini para lansia aktif dan antusias mengikuti penyuluhan dari awal sampai akhir kegiatan, aktif dalam bertanya kepada narasumber, sebanyak 5 pertanyaan dari narasumber dapat dijawab dengan benar, aktif dalam redemontrasi praktek dan 3 orang dapat mengulang tindakan dengan bimbingan. Kehadiran peserta mencapai 100% yaitu sebanyak 30 orang. Kesimpulan bahwa penyuluhan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan dan kemapuan terkait kegawatdaruratan pada peserta Sekolah Lansia PCA Langkapura. Saran bahwa diperlukan menghadirkan pendamping/caregiver lansia pada acara penyuluhan ini agar dapat memberikan pertolongan pertama pada lansia jika mengalami kondisi gawat darurat.
Copyrights © 2026