Perundungan di lingkungan perguruan tinggi masih menjadi tantangan yang dapat mengganggu kenyamanan belajar, kesehatan mental, dan interaksi sosial mahasiswa. Rendahnya pemahaman mahasiswa mengenai bentuk, dampak, dan strategi pencegahan perundungan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan perilaku tersebut masih ditemukan di lingkungan kampus. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang pencegahan perundungan serta memperkuat budaya kampus yang aman dan inklusif. Mitra kegiatan adalah 50 mahasiswa Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, diskusi interaktif, studi kasus, dan refleksi bersama. Evaluasi dilakukan melalui angket sebelum dan sesudah kegiatan serta observasi partisipasi mahasiswa selama kegiatan berlangsung. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman mahasiswa tentang perundungan dari 67% menjadi 91%, peningkatan kesadaran pentingnya budaya kampus inklusif dari 70% menjadi 92%, dan peningkatan komitmen mahasiswa dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dari 72% menjadi 94%. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran mahasiswa serta memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan kampus yang bebas dari perundungan.
Copyrights © 2026