Kesenjangan antargenerasi telah menjadi tantangan signifikan bagi gereja dalam membina hubungan yang harmonis di antara jemaat dari berbagai kelompok usia. Perbedaan dalam perspektif, nilai-nilai, gaya komunikasi, dan preferensi pelayanan sering kali menimbulkan kesalahpahaman yang memengaruhi kehidupan bergereja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena kesenjangan antargenerasi serta mengkaji peran gereja melalui pelayanan pastoral dalam menjembatani perbedaan-perbedaan tersebut. Pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis digunakan untuk menggali pengalaman dan persepsi anggota jemaat mengenai hubungan antargenerasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan partisipan yang dipilih secara purposif dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pelayanan pastoral berperan penting dalam memperkuat komunikasi, saling pengertian, dan kerja sama antargenerasi melalui penggembalaan, pembinaan spiritual, dan dialog inklusif. Gereja juga berfungsi sebagai agen pemulihan dengan membangun hubungan antargenerasi yang lebih kuat serta kehidupan jemaat yang harmonis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelayanan pastoral merupakan pendekatan strategis untuk mengatasi persoalan tersebut.
Copyrights © 2026