Artikel Ilmiah ini mengkaji peran vital pemuda sebagai "tulang punggung pelayanan" di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Biji Gandum, Jakarta Selatan. Meskipun pemuda memiliki potensi besar sebagai agen perubahan dan pilar utama gereja, terdapat berbagai permasalahan yang menghambat keterlibatan aktif mereka, seperti kurangnya pemahaman dan kesadaran akan peran, perselisihan pribadi, perasaan kurang dihargai, rendahnya kepercayaan diri, prioritas terhadap kesibukan lain, serta tekanan lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif teologis dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara kepada lima Informan, dengan kriteria Pemuda yang aktif beribadah dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan tersebut berdampak negatif terhadap pertumbuhan rohani pemuda dan perkembangan gereja secara keseluruhan. Untuk mengoptimalkan peran pemuda, diperlukan pembinaan rohani yang intensif, pemberian ruang dan kesempatan untuk terlibat dalam pelayanan, serta penyelenggaraan kegiatan persekutuan yang menarik dan relevan. Penerapan peran pemuda secara efektif diharapkan dapat meningkatkan kualitas pertumbuhan rohani, mengoptimalkan pelayanan, dan menjamin keberlanjutan kepemimpinan gereja.
Copyrights © 2026