Implementasi RME merupakan bagian penting dari transformasi digital pelayanan kesehatan yang menggantikan sistem manual menjadi sistem digital terintegrasi sesuai amanat Permenkes Nomor 24 Tahun 2022. Kebaruan pengabdian ini terletak pada evaluasi implementasi RME menggunakan pendekatan mixed methods yang mengintegrasikan analisis beban kerja menggunakan metode Ilyas dengan eksplorasi persepsi tenaga kesehatan pada Unit Pendaftaran, Rekam Medis, dan Casemix, sehingga mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai perubahan kebutuhan tenaga kesehatan, efisiensi proses kerja, dan penurunan beban administratif. Pengabdian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh implementasi RME terhadap efisiensi beban kerja tenaga kesehatan di Instalasi Pelayanan Pasien. Metode yang digunakan adalah mixed methods dengan rancangan deskriptif dan eksploratif. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa tingkat implementasi RME berada pada kategori sedang parsial. Secara kuantitatif, terjadi penurunan beban kerja administratif terutama pada Unit Rekam Medis dan Casemix, yang diperkuat oleh hasil uji Wilcoxon (P-value0,05) yang menunjukkan pengaruh positif implementasi RME terhadap penurunan klaim pending di Unit Casemix. Pada Unit Pendaftaran, meskipun terjadi efisiensi waktu tunggu pasien dan digitalisasi alur layanan, perbedaan beban kerja tidak signifikan secara statistik. Temuan kualitatif juga menunjukkan bahwa RME mempercepat proses kerja dan meningkatkan akurasi pencatatan. Dengan demikian, implementasi RME berdampak positif terhadap efisiensi beban kerja tenaga kesehatan, meskipun masih diperlukan peningkatan kompetensi sumber daya manusia dan penguatan sistem pendukung untuk mengoptimalkan manfaatnya.Kata Kunci: Beban Kerja; Manajemen Informasi Kesehatan; Transformasi Digital; Pelayanan Rumah Sakit; RME.
Copyrights © 2026