Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal)
Vol. 15 No. 04 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat

Analisis Pemanfaatan Kearifan Lokal Meuseuraya Sebagai Solusi Peningkatan Gampoeng Open Defecation Free dengan Kepemilikan Jamban di Aceh Barat Daya, Indonesia

Azrina Sufi Nasution (Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Teuku Umar, Meulaboh, Aceh)
Yulizar (Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Teuku Umar, Meulaboh, Aceh)
TM Rafsanjani (Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Teuku Umar, Meulaboh, Aceh)
Ihsan Murdani (Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Teuku Umar, Meulaboh, Aceh)
Muhammad Iqbal Fahlevi (Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Teuku Umar, Meulaboh, Aceh)
Meutia Faradiba (Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Teuku Umar, Meulaboh, Aceh)
Maiza Duana (Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Teuku Umar, Meulaboh, Aceh)
Perry Boy Chandra Siahaan (Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Teuku Umar, Meulaboh, Aceh)



Article Info

Publish Date
04 Jul 2026

Abstract

Meuseuraya merupakan salah satu kearifan lokal di Aceh yang berbentuk gotong royong atau kerja sama yang saling terikat dalam masyarakat dan diaplikasikan dalam berbagai aspek kehidupan. Di era yang semakin global, Meuseuraya dapat dijadikan inspirasi untuk menciptakan solusi lokal yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manfaat kearifan lokal Meuseuraya sebagai solusi pengingkatan kepemilikan jamban di Aceh Barat Daya. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Salah satu pertimbangan khusus yaitu keluarga yang masib melakukan praktik BABS minimal 1x dalam 1 minggu terakhir walaupun sudah tersedia jamban pribadi/bersama namun masih sering BABs. Dalam penelitian ini jumlah populasi= sampel yaitu sebanyak 81 responden yang memenuhi kriteria. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Penelitian ini berlangsung dari Oktober-November 2025. Lokasi penelitian ini di wilayah Kabupaten Aceh Barat Daya, Provinsi Aceh. Variabel penelitian ini adalah pengetahuan, partisipasi, persepsi, kemauan mengikuti Meuseuraya dan pemahaman proses pelaksanaan Meuseuraya. Meuseuraya yang bertujuan untuk melihat seperti apa manfaatnya untuk solusi bagi Gampoeng Open Defecation Free di Kabupaten Aceh Barat Daya. Hasil penelitian diperoleh bahwa mayoritas responden 75,3% mengetahui tradisi meuseuraya. Sebanyak 65,4% menilai tradisi ini dapat menjadi solusi biaya jamban, dan 66,7% yakin warga tanpa jamban mau ikut serta karena lebih murah. Namun, hanya 42% yang memahami proses meuseuraya, meski 61,7% pernah berpartisipasi.Kesimpulan dari penelitian ini adalah kearifan lokal meuseuraya berpotensi untuk dimanfaatkan oleh masyarakat dengan sikap arif dan bijaksana dalam upaya memiliki jamban sehat, sehingga nantinya akan menjadi daerah yang benar-benar dikenal sebagai daerah Bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jikm

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Fokus Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) membahas kesehatan masyarakat sebagai disiplin ilmu dan praktik yang terkait dengan tindakan preventif dan promotif untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pendekatan ilmiah yang menerapkan berbagai teknik. Fokus ini ...