Ihsan Murdani
Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Teuku Umar, Meulaboh, Aceh

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Pemanfaatan Kearifan Lokal Meuseuraya Sebagai Solusi Peningkatan Gampoeng Open Defecation Free dengan Kepemilikan Jamban di Aceh Barat Daya, Indonesia Azrina Sufi Nasution; Yulizar; TM Rafsanjani; Ihsan Murdani; Muhammad Iqbal Fahlevi; Meutia Faradiba; Maiza Duana; Perry Boy Chandra Siahaan
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 04 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i04.4651

Abstract

Meuseuraya merupakan salah satu kearifan lokal di Aceh yang berbentuk gotong royong atau kerja sama yang saling terikat dalam masyarakat dan diaplikasikan dalam berbagai aspek kehidupan. Di era yang semakin global, Meuseuraya dapat dijadikan inspirasi untuk menciptakan solusi lokal yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manfaat kearifan lokal Meuseuraya sebagai solusi pengingkatan kepemilikan jamban di Aceh Barat Daya. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Salah satu pertimbangan khusus yaitu keluarga yang masib melakukan praktik BABS minimal 1x dalam 1 minggu terakhir walaupun sudah tersedia jamban pribadi/bersama namun masih sering BABs. Dalam penelitian ini jumlah populasi= sampel yaitu sebanyak 81 responden yang memenuhi kriteria. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Penelitian ini berlangsung dari Oktober-November 2025. Lokasi penelitian ini di wilayah Kabupaten Aceh Barat Daya, Provinsi Aceh. Variabel penelitian ini adalah pengetahuan, partisipasi, persepsi, kemauan mengikuti Meuseuraya dan pemahaman proses pelaksanaan Meuseuraya. Meuseuraya yang bertujuan untuk melihat seperti apa manfaatnya untuk solusi bagi Gampoeng Open Defecation Free di Kabupaten Aceh Barat Daya. Hasil penelitian diperoleh bahwa mayoritas responden 75,3% mengetahui tradisi meuseuraya. Sebanyak 65,4% menilai tradisi ini dapat menjadi solusi biaya jamban, dan 66,7% yakin warga tanpa jamban mau ikut serta karena lebih murah. Namun, hanya 42% yang memahami proses meuseuraya, meski 61,7% pernah berpartisipasi.Kesimpulan dari penelitian ini adalah kearifan lokal meuseuraya berpotensi untuk dimanfaatkan oleh masyarakat dengan sikap arif dan bijaksana dalam upaya memiliki jamban sehat, sehingga nantinya akan menjadi daerah yang benar-benar dikenal sebagai daerah Bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS).