Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Kompensasi (X₁) dan Lingkungan Kerja Fisik (X₂) terhadap Kinerja Pegawai (Y) pada Kantor Kelurahan Semanan, Jakarta Barat. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan asosiatif. Populasi penelitian berjumlah 100 orang pegawai, dan teknik pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%, sehingga diperoleh 50 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner. Teknik analisis data meliputi uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linier berganda, uji t, uji F, serta analisis koefisien korelasi dan determinasi dengan bantuan software SPSS versi 25. Hasil uji t menunjukkan bahwa Kompensasi (X₁) tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai dengan nilai thitung sebesar 1,113 < ttabel 1,677 dan nilai signifikansi 0,271 > 0,05. Sementara itu, Lingkungan Kerja Fisik (X₂) tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai karena nilai thitung sebesar -0,139 < ttabel 1,677 dan signifikansi 0,890 > 0,05. Hasil uji F menunjukkan bahwa Kompensasi dan Lingkungan Kerja Fisik secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai, ditunjukkan oleh nilai Fhitung 0,606 < Ftabel 4,047 dan nilai signifikansi 0,550 > 0,05. Nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,159 menunjukkan hubungan yang sangat rendah antara variabel independen dan dependen. Sementara itu, nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,025, menunjukkan bahwa variabel Kompensasi dan Lingkungan Kerja Fisik hanya mampu menjelaskan 2,5% variasi dalam Kinerja Pegawai, sisanya dijelaskan oleh faktor lain yang tidak diteliti. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar instansi melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kompensasi yang diberikan, serta meningkatkan kualitas lingkungan kerja fisik agar dapat berkontribusi lebih efektif dalam meningkatkan kinerja pegawai.
Copyrights © 2026