Pengembangan bahan ajar berbasis kearifan lokal merupakan strategi penting dalam pembelajaran sejarah yang kontekstual. Artikel ini membahas pemberdayaan guru sejarah melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMAS Muhammadiyah 13 Panyabungan, Panyabungan, dengan fokus pada pemanfaatan kearifan lokal Mandailing sebagai sumber bahan ajar. Kajian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui observasi, wawancara, serta analisis dokumen. Hasil menunjukkan bahwa guru sejarah membutuhkan penguatan kompetensi dalam literasi sejarah lokal, teknik penulisan bahan ajar, serta pemilihan sumber sejarah Mandailing yang valid. Artikel ini juga memasukkan pandangan Nur Aisah, S.Pd. Sebagai Guru dan padangan Kepala Sekolah Endah Timbul, S.Ag. mengenai urgensi integrasi budaya Mandailing dalam pembelajaran. Program PKM ini terbukti meningkatkan kemampuan guru dalam merancang bahan ajar yang lebih kontekstual, bermakna, dan sesuai dengan karakter peserta didik.
Copyrights © 2026