Warga Binaan Sosial (WBS) lansia di Panti Werdha X menghadapi berbagai tantangan psikososi-al seperti berkurangnya peran sosial dan menurunnya kontak dengan keluarga, yang berpotensi menimbulkan isolasi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas Program Akti-vitas Kelompok Kooperatif dalam meningkatkan social connectedness pada WBS lansia. Me-tode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperimental One Group Pretest-Posttest Design. Desain ini dipilih karena sesuai dengan karakteristik penelitian inte-rvensi pada populasi lansia di panti sosial. Sebanyak 13 lansia dipilih secara purposive dari total 105 WBS dan mengikuti lima sesi intervensi: Kenangan Favorit, Mengoper Bola Keper-cayaan, Apa yang Aku Rasakan, Lingkaran Pujian, serta Refleksi dan Pesan Positif. Instrumen yang digunakan adalah Social Connectedness Scale-Revised (SCS-R) versi 20 item dengan ska-la Likert 6 poin. Analisis data menggunakan uji-t berpasangan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada skor social connectedness antara pre-test (M = 77.62, SD = 11.04) dan post-test (M = 95.31, SD = 7.75), t(12) = -5.968, p < 0.001, dengan effect size pa-da kategori besar (d = 1.655). Temuan ini mengindikasikan adanya efektivitas awal Program Aktivitas Kelompok Kooperatif dalam meningkatkan social connectedness pada lansia di panti werdha. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain dengan kelompok kontrol dan jumlah sampel yang lebih besar untuk memperkuat generalisasi temuan.
Copyrights © 2026