Pemilihan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Fakultas Hukum Universitas Jambi pada tahun 2025 menunjukkan adanya kompleksitas dalam pola perilaku politik mahasiswa yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti agama, suku, kedekatan emosional, serta visi dan misi kandidat. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai apakah pilihan politik mahasiswa lebih didasarkan pada faktor sosiologis, faktor psikologis, atau faktor rasional. Penelitian ini dilakukan untuk mengisi kesenjangan pemahaman tersebut sekaligus memberikan gambaran empiris mengenai dinamika demokrasi di tingkat kampus yang selama ini kurang mendapat perhatian akademik. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan menganalisis pola perilaku pemilih mahasiswa dalam pemilihan Ketua BEM di Fakultas Hukum Universitas Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 50 mahasiswa, dipilih karena pendekatan ini memungkinkan pengukuran variabel perilaku politik secara terstruktur dan dapat digeneralisasikan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan dan survei melalui Google Form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku pemilih mahasiswa dalam pemilihan Ketua BEM cenderung didominasi oleh pendekatan rasional, yang tercermin dari tingginya penilaian terhadap program kerja, kemampuan kandidat, serta orientasi terhadap perubahan. Sementara itu, faktor sosiologis seperti pengaruh teman dan kelompok memiliki pengaruh yang relatif rendah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jambi cenderung bersikap rasional dalam menentukan pilihan politik pada pemilihan BEM. Penelitian lanjutan disarankan untuk menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan cakupan responden yang lebih luas dan melibatkan perbandingan antar fakultas guna memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai perilaku politik mahasiswa.
Copyrights © 2026