Kepemimpinan demokratis kepala madrasah merupakan faktor strategis dalam peningkatan mutu pendidikan Islam, namun implementasinya di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kepemimpinan demokratis kepala madrasah, mencakup pola pengambilan keputusan partisipatif, mekanisme komunikasi organisasi, faktor pendukung dan penghambat, serta dampaknya terhadap kinerja guru dan iklim madrasah. Metode yang digunakan adalah systematic literature review (SLR) dengan protokol PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) dari Moher et al. (2009). Pencarian literatur dilakukan melalui Google Scholar dengan rentang tahun 2022–2026, menghasilkan 6 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dari 37 artikel teridentifikasi. Data dianalisis menggunakan teknik thematic synthesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kepemimpinan demokratis termanifestasi secara konsisten dalam dua dimensi utama, yaitu pengambilan keputusan partisipatif berbasis syura dan komunikasi organisasi yang terbuka dan berbasis kepercayaan. Kepemimpinan demokratis terbukti berkontribusi signifikan terhadap kinerja guru sebesar 39% dan menciptakan iklim madrasah yang kolaboratif. Faktor pendukung utama meliputi komitmen filosofis berbasis Islamic Worldview, budaya organisasi partisipatif, dan dukungan kelembagaan yang solid, sedangkan hambatan utama berupa resistensi budaya hirarkis, keterbatasan kapasitas, dan faktor kontekstual-struktural. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan kepemimpinan demokratis kepala madrasah memerlukan penguatan kapasitas manajerial sekaligus filosofis-teologis yang berakar pada nilai-nilai Islam
Copyrights © 2026