Film adalah suatu bentuk karya seni baru yang memiliki kekuatan luar biasa dalam menjangkau hampir semua segmen sosial. Hal ini menjadikan film sebagai media yang berpotensi menyampaikan pesan kepada publik. Daya jangkau film, sebagai suatu media audio-visual, memiliki pengaruh emosional dan popularitas yang besar. Film Mantan Manten merupakan film yang mengangkat tradisi pernikahan adat Jawa yang membawa isu sosial gender. Melalui film ini, karakter perempuan digambarkan sebagai subjek narasi yang aktif dan membawa pesan gender feminisme. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui makna kode semiotika mengenai representasi pernikahan adat Jawa dalam level realitas, level representasi dan level ideologi. Untuk mencapai tujuan penelitian, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika John Fiske berdasarkan kode-kode televisi yang terbagi ke dalam tiga level yaitu level realitas, level representasi dan level ideologi. Hasil penelitian menunjukkan nilai-nilai isu sosial gender pada level realitas melalui kode penampilan, tata rias, kostum, cara bicara, lingkungan dan perilaku. Pada level representasi nilai-nilai feminisme ditunjukkan melalui kode kamera, karakter, aksi, konflik dan dialog. Pada level ideologi mewakili isu gender sosial yang diterapkan pada film Mantan Manten. Khsusnya dalam pernikahan yang kerap berhubungan dengan perempuan dan sistem patriaki yang hingga kini masih melekat di adat Jawa, bahkan Indonesia sendiri. Hasil penelitian juga menunjukkan bagaimana cara sebuah film merepresentasikan adat tradisi pernikahan Jawa di dalam modernitas.
Copyrights © 2026