Try Annisa Lestari
POLITEKNIK NEGERI MEDIA KREATIF

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Semiotika Pernikahan Adat Jawa Dalam Film “Mantan Manten” Handini Rahmawati; Try Annisa Lestari; Azril Azril; Rizki Akbar Mustopa; Niken Oktaviani
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 9, No 1 (2026): VOLUME 9, NUMBER 1 July 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v9i1.9004

Abstract

Film adalah suatu bentuk karya seni baru yang memiliki kekuatan luar biasa dalam menjangkau hampir semua segmen sosial. Hal ini menjadikan film sebagai media yang berpotensi menyampaikan pesan kepada publik. Daya jangkau film, sebagai suatu media audio-visual, memiliki pengaruh emosional dan popularitas yang besar. Film Mantan Manten merupakan film yang mengangkat tradisi pernikahan adat Jawa yang membawa isu sosial gender. Melalui film ini, karakter perempuan digambarkan sebagai subjek narasi yang aktif dan membawa pesan gender feminisme. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui makna kode semiotika mengenai representasi pernikahan adat Jawa dalam level realitas, level representasi dan level ideologi. Untuk mencapai tujuan penelitian, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika John Fiske berdasarkan kode-kode televisi yang terbagi ke dalam tiga level yaitu level realitas, level representasi dan level ideologi. Hasil penelitian menunjukkan nilai-nilai isu sosial gender pada level realitas melalui kode penampilan, tata rias, kostum, cara bicara, lingkungan dan perilaku. Pada level representasi nilai-nilai feminisme ditunjukkan melalui kode kamera, karakter, aksi, konflik dan dialog. Pada level ideologi mewakili isu gender sosial yang diterapkan pada film Mantan Manten. Khsusnya dalam pernikahan yang kerap berhubungan dengan perempuan dan sistem patriaki yang hingga kini masih melekat di adat Jawa, bahkan Indonesia sendiri. Hasil penelitian juga menunjukkan bagaimana cara sebuah film merepresentasikan adat tradisi pernikahan Jawa di dalam modernitas.
Pesan Moral dalam Buku Kumpulan Puisi Haru Hara dan Relevansinya Sebagai Bahan Ajar di SMP Putra Bangsa Berbudi Elma Natalia Tarigan; Indriani Siregar Siagian; Wahyu Ningsih; Try Annisa Lestari
Kode : Jurnal Bahasa Vol. 14 No. 4 (2025): Kode: Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pesan moral yang terkandung dalam buku kumpulan puisi Haru Hara karya Bob A. Sitorus serta relevansinya sebagai bahan ajar Bahasa Indonesia bagi peserta didik kelas VII di SMP Putra Bangsa Berbudi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembelajaran sastra sebagai sarana pembentukan karakter peserta didik melalui internalisasi nilai-nilai moral yang disampaikan secara estetis dan kontekstual. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa analisis isi terhadap puisi-puisi dalam Haru Hara serta wawancara dengan guru Bahasa Indonesia. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi dan mengelompokkan pesan moral yang mencakup nilai religius, kejujuran, tanggung jawab, kepedulian sosial, empati, dan sikap saling menghargai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kumpulan puisi Haru Hara mengandung pesan moral yang kuat dan relevan dengan perkembangan psikologis peserta didik kelas VII. Selain itu, penggunaan bahasa yang sederhana, tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, serta kesesuaiannya dengan kompetensi pembelajaran sastra di SMP menjadikan buku ini layak digunakan sebagai bahan ajar. Dengan demikian, Haru Hara tidak hanya berkontribusi dalam meningkatkan apresiasi sastra, tetapi juga berperan penting dalam pembentukan karakter peserta didik. Kata Kunci: Pesan moral; puisi; bahan ajar sastra; pendidikan karakter
Kajian Psikolinguistik: Hubungan Penggunaan Bahasa dan Pola Pikir Masyarakat Sunda dalam Menafsirkan Cerita Visual Tanpa Teks Rizki Akbar Mustopa; Try Annisa Lestari; Harisah Fitri; Niken Oktaviani
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 8, No 2 (2025): Volume 8, Number 2 December 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v8i2.8084

Abstract

Bahasa dan pikiran memiliki hubungan yang resiprokal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana hubungan antara bahasa dan pikiran dalam perspektif psikolinguistik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis dekriptif. Data dalam penelitian ini berupa rekaman suara responden ketika menceritakan kumpulan gambar. Kumpulan gambar tersebut membentuk sebuah alur cerita yang tersusun dalam sebuah buku cerita visual tanpa teks berjudul “Saat Pertamaku Punya Adik Bayi”. Responden penelitian ini yaitu masyarakat Sunda di provinsi Jawa Barat yang meliputi masyarakat desa Cimanglid, desa Lebak Muncang, kelurahan Ledeng, dan kelurahan Isola. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan timbal balik antara bahasa Sunda yang dituturkan responden dalam bercerita dan pikiran/pandangan hidup responden sebagai masyarakat Sunda. Pola pikir responden terlihat melalui kecenderungan  menggunakan kalimat pasif, penggunaan kata panginten ‘mungkin’, penggunaan kata ganti orang ketiga, dan penggunaan istilah khas Sunda.