Public Corner
Vol 21 No 1 (2026): Public Corner

Representasi Politik Perempuan di Rwanda : Kenyataan dan Paradoks

Muhamad Fathan Mandela (Universitas Selamat Sri)



Article Info

Publish Date
29 Jun 2026

Abstract

Artikel ini mengkaji representasi politik perempuan di parlemen Rwanda. Secara global, representasi perempuan hanya sebesar 25,5%, namun kondisi di Rwanda melampaui batas-batas global tersebut. Pada tahun 2018, representasi perempuan Rwanda di parlemen mencapai 61%, sebuah persentase yang tinggi yang pada akhirnya menjadikan Rwanda sebagai pemimpin dunia dalam hal representasi perempuan di parlemen. Secara konstitusional, Rwanda menerapkan kuota 30% untuk parlemen dan badan-badan pengambil keputusan lainnya. Makalah ini menggunakan metode kualitatif dengan mengambil sumber data melalui pendekatan literatur. Hasil dari tingginya representasi perempuan di parlemen ditunjukkan oleh adanya kebijakan pro-gender, seperti undang-undang warisan, undang-undang khusus mengenai hak-hak perempuan hamil dan menyusui di tempat kerja. Namun, beberapa akademisi menganggap bahwa terdapat paradoks di Rwanda, sebuah negara dengan persentase representasi perempuan yang tinggi ternyata memiliki iklim demokrasi yang buruk, meskipun menerapkan sistem multipartai namun dalam praktiknya hanya ada satu partai yang berkuasa, yaitu RPF, banyak anggota parlemen perempuan merupakan anggota RPF sehingga para anggota parlemen memiliki kewajiban loyalitas kepada partai, bukan kepada konstituen mereka Kata Kunci: Rwanda, Representasi Politik Perempuan, Paradoks

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

FISIP

Publisher

Subject

Humanities Environmental Science Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Jurnal Public Corner (p-ISSN: 2443-0714, e-ISSN: 2621-475X) merupakan media publikasi artikel ilmiah penelitian dan pengembangan ilmu di bidang ilmu Politik dan ilmu Sosial yang terbit dua kali dalam satu tahun (Bulan Juni dan Desember). Jurnal Public Corner menerbitkan artikel dari hasil ...