Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gerakan Masyarakat Dalam Isu Lingkungan : Studi Pada Gerakan Greenpeace Sebagai Gerakan Enviromentalism Muhamad Fathan Mandela
Journal of Politics and Democracy Vol. 5 No. 2 (2026): Journal of Politics and Democracy (Maret)
Publisher : Indonesian Democracy Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61183/polikrasi.v5i2.171

Abstract

Abstract. This article will examine how Greenpeace Indonesia continues to organize community movements related to environmental issues. As an organization, Greenpeace ultimately carries out movements with members from the wider community and often vis-à-vis with many countries and companies for their environmental campaigns. This article uses the framework of environmentalism to examine the movements carried out by Greenpeace. Meanwhile, this article uses a qualitative method with a descriptive approach. The results in this article show that Greenpeace's actions and campaigns are motivated by injustice, how Greenpeace confronts several companies that cause environmental damage, which means endangering human life in the future.
Representasi Politik Perempuan di Rwanda : Kenyataan dan Paradoks Muhamad Fathan Mandela
PUBLIC CORNER Vol 21 No 1 (2026): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fisip.v21i1.5154

Abstract

Artikel ini mengkaji representasi politik perempuan di parlemen Rwanda. Secara global, representasi perempuan hanya sebesar 25,5%, namun kondisi di Rwanda melampaui batas-batas global tersebut. Pada tahun 2018, representasi perempuan Rwanda di parlemen mencapai 61%, sebuah persentase yang tinggi yang pada akhirnya menjadikan Rwanda sebagai pemimpin dunia dalam hal representasi perempuan di parlemen. Secara konstitusional, Rwanda menerapkan kuota 30% untuk parlemen dan badan-badan pengambil keputusan lainnya. Makalah ini menggunakan metode kualitatif dengan mengambil sumber data melalui pendekatan literatur. Hasil dari tingginya representasi perempuan di parlemen ditunjukkan oleh adanya kebijakan pro-gender, seperti undang-undang warisan, undang-undang khusus mengenai hak-hak perempuan hamil dan menyusui di tempat kerja. Namun, beberapa akademisi menganggap bahwa terdapat paradoks di Rwanda, sebuah negara dengan persentase representasi perempuan yang tinggi ternyata memiliki iklim demokrasi yang buruk, meskipun menerapkan sistem multipartai namun dalam praktiknya hanya ada satu partai yang berkuasa, yaitu RPF, banyak anggota parlemen perempuan merupakan anggota RPF sehingga para anggota parlemen memiliki kewajiban loyalitas kepada partai, bukan kepada konstituen mereka Kata Kunci: Rwanda, Representasi Politik Perempuan, Paradoks