Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru dalam mengembangkan pembelajaran berbasis proyek yang relevan dengan konteks budaya lokal. Metode yang digunakan mengadopsi pendekatan praktik langsung, meliputi penyusunan perangkat ajar, simulasi pembelajaran, serta pendampingan dalam implementasi di kelas. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa integrasi Project-Based Learning (PjBL) dengan proyek Asam Kana mampu menjembatani konsep matematika yang abstrak dengan pengalaman nyata siswa melalui aktivitas menghitung rasio bahan, mengukur takaran, menganalisis hasil produksi, dan memecahkan masalah kontekstual. Pelatihan ini juga menghasilkan peningkatan kemampuan guru dalam merancang perangkat pembelajaran seperti RPP, LKPD, dan instrumen evaluasi yang inovatif dan sesuai tuntutan Kurikulum Merdeka. Secara keseluruhan, implementasi proyek Asam Kana berdampak positif terhadap aspek kognitif, afektif, dan psikomotor siswa serta memperkuat identitas budaya lokal dalam proses pembelajaran. Temuan ini merekomendasikan pengembangan pelatihan serupa pada sekolah lain serta penelitian lanjutan mengenai efektivitas jangka panjang pembelajaran berbasis budaya dalam meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa.
Copyrights © 2025