Masa transisi ke jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) sering kali memunculkan kendala adaptasi bagi siswa, khususnya dalam hal manajemen waktu. Fenomena ini terjadi pada siswa kelas 10 SMA Negeri 1 Kuta Utara, di mana ketidakmampuan mengatur prioritas memicu tingginya kebiasaan menunda tugas (prokrastinasi) dan belajar dengan sistem kebut semalam (SKS). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman sekaligus memberikan keterampilan praktis manajemen waktu kepada para siswa. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan Design Thinking dan melibatkan 33 siswa melalui metode edukasi interaktif serta pendampingan praktik penyusunan jadwal harian (daily planner). Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa secara merata, yang dibuktikan dengan lonjakan skor terendah dari 40,00 pada pre-test menjadi 80,00 pada post-test. Selain itu, siswa terbukti mampu merancang jadwal kegiatan sehari-hari secara terstruktur dan mandiri. Edukasi ini disimpulkan efektif sebagai langkah preventif untuk menekan angka prokrastinasi dan menjaga produktivitas belajar siswa kelas 10.
Copyrights © 2026